Suasana reses Ketua Fraksi PDIP DPRD Manado Reza Rumambi Warga.
Manado, MS
Ketua Fraksi PDIP DPRD Manado Reza Rumambi mendapat sejumlah keluhan warga saat reses di Kelurahan Paniki Bawah, Sabtu (8/8/26).
Dia mengatakan, agenda dari setiap wakil rakyat adalah kewajiban untuk bertatap muka dengan konstituennya yang ratusan hadir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendampinginya sekaligus moderator adalah Camat Mapanget Deisy Kalalo SE MAP. Bersama perwakilan Dinas Perkim, Dinas PUPR, jajaran kecamatan, kelurahan dan para ketua lingkungan.

”Kegiatan reses ini dilaksanakan dalam rangka menjalankan tugas serta perintah undang-undang bagi kami sebagai anggota DPRD. Dan, untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung yang dikesempatan sekarang saya jalankan penyerapan aspirasi berpusat Kelurahan Paniki Bawah,”katanya.
Lanjutnya, banyak aspirasi juga keluhan masyarakat dicatat dan ditampungnya saat berdialog.
Dimana, beberapa usulan, masukan dan kritikan dominannya tentang sarana prasarana Jalan, perbaikan infrastruktur jalan lingkungan dan akses mobilitas warga.
Tak luput juga muncul soal penerangan jalan umum (PJU), permintaan akan pengadaan dan perbaikan lampu penerangan jalan.
Sorotan sosial terhadap para anak muda melakukan balap liar di jalanan juga terangkat.
Ada juga akses jalan, harapan pembuatan paving di lingkungan sekolah yang disebut warga, hingga permintaan renovasi kantor Kelurahan Paniki Bawah.
Keseluruhan itu, langsung ditanggapi bijak oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Manado ini.
Dan, dia jelaskan, kalau seluruh aspirasi telah tercatat, namun realisasinya melihat atau disesuaikan dengan ketersediaan anggaran, baik dalam APBD 2026 dan 2027.
Sembari tegaskan, kalau keterbatasan anggaran yang perlu dipahami dan diperhatikan tentunya.
Diharapkan itu, kata dia, DPRD bersama Dinas Perkim, Dinas PUPR, Pemerintah Kecamatan Mapanget, dan Kelurahan Paniki Bawah memikirkan pula dan telah menyusun tabel prioritas usulan agar penanganan dapat dilakukan secara bertahap.
Selain itu, disampaikan usulan yang tidak terakomodir di tingkat pemerintah kota, bakal berkoordinasi dengan pemerintah provinsi atau pusat berdasarkan kewenangannya.
“Sebagai wakil rakyat, komitmen DPRD juga memiliki kewajiban moral dan politik dalam mengawal serta mengupayakan realisasi dari aspirasi-aspirasi warna yang masuk semaksimal mungkin,” ujarnya.
Penyampaian warga tentang solusi dari krisis air bersih di musim kemarau ini.
Warga tersebut ceritakan kalau tanaman jagung miliknya dan beberapa titik wilayah tanam di Kecamatan Mapanget kurang disiram air serta sumur mengering.
Menjawab itu, Reza utarakan kalau mengupayakan adanya penyalurannya yang secara jangka pendek dan langsung dengan menggunakan mobil tangki.
“Di sini untuk memenuhi kebutuhan penyiraman lahan pertanian, perkebunan, dan keperluan warga. Sedangkan, jangka panjangnya akan buat pengusulan pembangunan titik-titik sumur bor di beberapa lokasi strategis sebagai fasilitas umum agar masyarakat dapat mengakses air bersih secara berkelanjutan saat musim kemarau,”jelasnya.
Sekertaris DPD PDI-P Sulut ini juga turut mengimbau warga agar dapat mengikuti larangan membakar lahan.
Dimintanya ke masyarakat untuk berhati-hati dan tidak membakar sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran lahan pertanian dan perkebunan.
Termasuk, diminta tidak membakar sampah di area perkotaan yang padat pemukiman.
“Ini semua diperlukan juga koordinasi dengan pemerintah aparat dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi dan melewati musim kemarau ini dengan aman,” serunya.
Sementara itu, paling mendapat tanggapan serius dari warga adalah soal program sertifikasi tanah, lewat permintaan bantuan pemerintah melalui program sertifikat Prona.
Warga pun mengeluhkan tentang pajak akan tanah yang naik.
Camat Mapanget sendiri langsung menanggapinya.
Dikatakan, sebenarnya yang naik adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atau nilai tanahnya.
Dimana NJOP itu adalah harga patokan resmi per meter persegi untuk tanah dan bangunan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Lanjutnya, kondisi itu sering orang bilang pajak tanah naik, tapi sebenarnya nilai tanahnya saja kemudian ditambah dengan pajak.
“Di Kecamatan Mapanget, nilai tanah naik. Dulu harga tanah 1 juta per meter, tapi saat ini sudah 3 juta per meter. Kalau pajaknya tetap dari nilai tanah, yakni 1 persen,”papar camat yang dapat sambutan baik warga.
Menutup rangkaian reses, Reza menegaskan kalau aspirasi masyarakat bagian penting bagi dirinya dalam bertatap muka di reses kali ini.
“Sebagai agenda menjaring aspirasi masyarakat telah turut terpenuhi sekarang. Dan juga akan mengawalnya. Jadi, Terima kasih bagi warga yang berkesempatan hadir saat ini,” kuncinya. (DevyKumaat)













Komentar