
Manado, MS
Proses distribusi bahan bakar minyak ke setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) perlu diawasi dan diketahui secara transparan.
Terkait itu, Anggota Komisi II DPRD Manado, Lily Walandha, SE, MBA mengatakan, kalau stok di Pertamina terpantau masih tersedia dengan baik.
”Distribusi ini seperti apa. Karena kita lihat justru di Pertamina ini yang pangkalan-pangkalan itu tidak pernah kehabisan. Sehingga, masih kurang tahu cara pendistribusian solar bagaimana,” katanya, Selasa (21/7/26).
Lanjutnya menyoroti, adanya lonjakan harga eceran hingga 30 persen di tingkat pengecer. Sebagai contoh, harga solar yang dibeli Rp10.000 di pangkalan resmi Pertamina, bisa melonjak menjadi Rp13.000 di tingkat pengecer atau Pertamini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehingga, ia berencana mengusulkan agenda turun ke lapangan guna menginvestigasi akar masalah kelangkaan solar.
”Makanya memang mungkin setelah pembahasan nanti, saya akan mengusulkan untuk kita turun lapangan untuk melihat kenapa sampai masalah ini terjadi, masalah kelangkaan. Apakah karena suplai solar dari pusat itu yang kurang atau terjadi, ya, ada mungkin ada mafia sehingga sering antre di SPBU” tandasnya.
Langkah lanjutan Srikandi Demokrat ini sampaikan, DPRD berencana menggelar pertemuan untuk meminta informasi menyeluruh dari pihak Pertamina serta pihak-pihak terkait yang berada di jalur distribusi hingga ke tangan pengguna.
”Ya, kira-kira di mana kesalahannya? Apakah penggunaan solar di Manado ini terlalu tinggi, suplai dari pusat yang terlalu minim, atau suplainya sudah cukup tetapi pendistribusiannya yang terjadi sesuatu,” terangnya.
Seputar munculnya antrean berkepanjangan di SPBU, Walandha menduga kuat adanya aktivitas kendaraan yang telah dimodifikasi tangki isiannya.
Kecurigaan tersebut didasarkan di pengalaman pribadinya saat ikut mengantre di lapangan.
Ia mendapati kendaraannya tertahan berjam-jam tanpa bergerak, hingga akhirnya ia turun untuk mengecek langsung dan mendapati gelagat mencurigakan dari sejumlah sopir.
”Saya rasa bukan berulang kali, tetapi sudah ada mobil-mobil yang dimodifikasi. Saya juga pernah ikut dengan mobil teman, memodifikasi solar, kemudian setengah jam tak maju-maju. Ternyata, setelah dicek terdapat tutup tangki di kanan-kiri. Dan waktu turun melihat argo serta hendak mulai memfoto, tiba-tiba langsung datang sopir-sopir yang bertanya duluan apa hendak mengisi sembari mereka meminta untuk maju,” jelasnya.
Menanggapi berbagai temuan di lapangan tersebut, Lily menegaskan agar SPBU yang terbukti bermain-main segera diberikan sanksi tegas.
”Saya rasa kalau ada SPBU yang seperti itu, mungkin perlu diperingati. Dan kalau masih begitu, mungkin perlu ditindak, mungkin diberhentikan izin operasinya untuk sementara atau bagaimana,” pungkasnya. (DevyKumaat)












Komentar