Saling tukar penghargaan antara Walikota dan Kajati. Gambar lain sesi wawancara di luar lokasi gedung.
Manado, MS
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut, Jacob Hendrik Pattipeylohy SH MH tampil sebagai Keynote Speaker di Seminar Hukum “Navigasi Kejaksaan Dalam Implementasi KUHP Nasional: Optimalisasi Keadilan Restoratif, Pidana Pengawasan, dan Eksekusi Kerja Sosial di Sulawesi Utara”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Walikota Manado Andrei Angouw turut serta di agenda besutan Kejati Sulut itu, Kamis (27/8/26).
Membuka penyampaian, Walikota menyambut baik inisiatif Kejati Sulut menggelar seminar ini.
“Saya berharap seminar hukum ini, kita semakin memahami soal hukum yang berlaku saat ini. Pengetahuan ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi Pemerintah Kota Manado dalam menjalankan tugas pemerintahan, serta bermanfaat bagi kita semua dan masyarakat Kota Manado secara luas,” ujar Wali Kota.
Masuk di diskusi, Kajati Hendrik memaparkan berbagai capaian kerja Kejaksaan, khususnya selama pelaksanaan Hari Bhakti Adhyaksa yang berlangsung di Juli hingga Agustus 2026.
Terdapat pula Narasumber lainnya dilibatkan, yakni yaitu Ketua Pengadilan Tinggi Sulut YM Amin Sutikno SH MH serta akademisi dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Dr Haryanti Bawole SH MH.
Kajati soroti aturan-aturan baru dalam sistem peradilan pidana Indonesia.
Sedangkan, di fokus utama Kajati jelaskan, terkait“Navigasi Kejaksaan” dalam mengimplementasikan KUHP Nasional.
Menurutnya, hal ini penting optimalisasi pendekatan Keadilan Restoratif (Restorative Justice), serta mekanisme Pidana Pengawasan dan Eksekusi Kerja Sosial sebagai alternatif pemidanaan yang lebih humanis dan berdampak positif bagi masyarakat.
“Ini bagian dari perubahan-perubahan konsep pemidanaan di KUHP baru. Kalau dulu, begitu ada kejadian kan kita penjarakan orang. Ini menjadi catatan, kenapa saya senang media datang? Supaya paradigma cara berpikirnya bisa bergeser juga. Jadi kalau misalkan kita tidak memenjarakan orang dalam penjara jangan bilang kita ada bermain, ndak. Sekarang itu harus kita bersihkan. Dunia sudah beda. gitu kondisinya,”ungkapnya.(DevyKumaat)













Komentar