Manado, MS
Wakil Walikota (Wawali) Manado dr Richard Sualang, menyampaikan penjelasan Walikota Manado mengenai Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah-Pwrubahan (APBD-P) Kota Manado Tahun Anggaran 2026, Selasa (18/8/26).

Hal tersebut disampaikan, ketika berlangsung Rapat Paripurna DPRD Manado dalam rangka mendengarkan penjelasan Walikota Manado tentang Rancangan KUA-PPAS dan Perubahan APBD 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Wawali merinci berbagai penyesuaian asumsi indikator makro pembangunan serta struktur perubahan APBD 2026 yang disesuaikan dengan kondisi terkini.

Dijelaskan, bahwa Pemkot Manado melakukan itu ke sejumlah target indikator makro pembangunan dalam Perubahan APBD 2026.
“Indikator-indikator dimaksud mencakup, pertumbuhan ekonomi yang isinya tidak mengalami penyesuaian, tetap berada di kisaran Rp138 juta hingga Rp145 juta,” kata Sualang

Perihal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) turut disesuaikan dari target awal 82,20 hingga 82,70 persen menjadi 82,80 hingga 83,00 persen.
Mengenai Rasio Gini tak mengalami penyesuaian yang di target 0,34 hingga 0,375.

Mengenai target inflasi, juga tidak mengalami perubahan dari target awal, yakni di rentang 2,5 persen plus minus 1 persen.
Disampaikan wawali pula untuk Garis Besar Rancangan Struktur Perubahan APBD 2026 kalau cakupan komponen pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah di dalamnya.
“Total pendapatan daerah mengalami penyesuaian dari target semula menjadi Rp1.556.551.223.24 yang sumbernya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diisesuaikan menjadi Rp582.866.232.232,”rincinya.
Tersampaikan pula adalah pendapatan transfer serupa ikut disesuaikan dan lain-Lain pendapatan daerah yang sah adalah tetap dari target awalnya.
Mengalami penyesuaian lain dikatakan, seperti belanja daerah dari Rp1.4 Milyar lebih menjadi Rp1.6 Milyar lebih.
Kemudian diterangkan lagi tentang belanja operasional, modal dan tidak terduga yang seluruhnya mengalami penyesuaian.
Dan, menyangkut perbandingan antara pendapatan dan belanja daerah tersebut, terdapat proyeksi defisit sebesar Rp128 Milyar lebih.
Lantas, pembiayaan daerah untuk menutupi defisit anggaran, pembiayaan daerah diatur melalui komponen penerimaan dan pengeluaran pembiayaan.
Tambahnya, berdasarkan komposisi tersebut, diperoleh pembiayaan neto sebesar Rp128 Milyar lebih yang dipastikan mampu menutupi defisit anggaran pendapatan dan belanja daerah di Perubahan APBD 2026.
“Demikianlah rancangan peraturan daerah tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Untuk dibahas dengan detail, kiranya rapat pembahasan akan dilanjutkan di DPRD Manado,”ungkapnya. (DevyKumaat)













Komentar