M Iqbal Anshari saat reses.
Manado, MS
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggota Komisi IV DPRD Manado Muhammad Iqbal Anshari membuka dialog dengan warga di reses ketiga 2026 di Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menuturkan pula, reses tersebut adalah kewajiban mereka menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Kegiatan ini adalah wadah masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi yang dinilai mendesak dan membutuhkan perhatian pemerintah,” kata Anshari.
Anshari pun memberi kesempatan menyampaikan keluhan warga.
Dan, tak berapa kemudian persoalan penerimaan siswa baru. Meski sudah selesai, proses penerimaan tersebut, ternyata warga menginginkan itu sebagai bahan evaluasi ke depan.
Agar, prosesnya dapat lebih adil dan transparan serta berpihak bagi warga.
Seputar BPJS Kesehatan, bantua sosial dan lainnya masuk dicatat setelah warga memberikan keluhannya.
Warga sampaikan, akses pelayanan sering terkendala bagi mereka. Termasuk, mekanisme pemanfaatan program jaminan kesehatan nasional mengemuka dalam forum tersebut.
Terkait itu, seputar Desil terlebih dalam berbagai program bantuan sosial pemerintah diucapkan warga.
Mereka berpendapat, aturan pendataan tambah akurat lagi, agar mengena ke warga.
Menanggapi seluruh penyampaian warga, Anshari mengemukakan kalau itu telah ditampungnya dan masuk diperjuangkan ke dalam pembahasan di DPRD Manado.
Dia pun memastikan, bahwa komitmennya mengawal berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan hingga program-program sosial itu.
Baginya, semua aspirasi yang disampaikan masyarakat turut ditata kemudian menjadi laporan hasil resesnya.
“Harapan kami, usulan-usulan tersebut dapat masuk dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Manado sehingga dapat menjadi bagian dari program pembangunan pemerintah daerah,”jelasnya.
Tak lupa dihimbaunya ke warga, seputar kewaspadaan akan cuaca panas musim kemarau.
Karena, keadaan ini turut memicu potensi kebakaran lahan sampai ke pemukiman.
Dianjurkan, dapat memperhatikan pemanfaatan api secara hati-hati dan serius yang juga pemicu juga.
Tak lupa, dia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Menurutnya, kondisi cuaca yang kering berpotensi memicu kebakaran lahan maupun permukiman, sehingga warga diminta lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang menggunakan api serta bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman.
“Pastinya juga, lepas dari kondisi cuaca panas ini, kalau untuk aspirasi warga dapat menjadi catatan penting, sekaligus perhatian pemerintah untuk ditindak lanjuti,” kuncinya.
Hadir saat itu, Camatl dan undangan sejumlah Dinas serta lainnya. (DevyKumaat)













Komentar