Manado, MS
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus SE memberi keterangan tentang perubahan di Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Provinsi Sulut 2026.
Gubernur Yulius Selvanus sampaikan di situ, terdapat kenaikan pendapatan daerah menjadi Rp59,32 Miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, rangkaian penyesuaian anggaran dilakukan agar tata kelola keuangan Pemprov Sulut tetap responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Melalui perubahan tersebut, Pemprov Sulut diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan anggaran sekaligus memastikan program dan kegiatan prioritas daerah tetap berjalan secara efektif,”kata gubernur.
Dia merinci ada di tiga komponen utama penopang struktur keuangan daerah.
1. Target pendapatan daerah naik dari semula Rp3.168.777.211.360 menjadi Rp3.228.098.809.345.
2. Belanja Daerah Meningkat Rp186,44 Miliar.
Alokasi belanja daerah dari sebelumnya sebesar Rp3.008.153.879.928 menjadi Rp3.194.602.859.776.
3. Penerimaan Pembiayaan Melonjak Signifikan, naik drastis dari Rp127.127.381.863 ke Rp177.127.381.863.
Sedangkan, untuk Pengeluaran Pembiayaan Tetap senilai Rp210.623.331.432.
Keterangan juga diperoleh, anggaran ini difokuskan konsisten guna pembayaran cicilan pokok utang PT SMI.
Di sisi lain dalam momen yang sama, Pemerintah Provinsi (Pemprov Sulut turut menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp750.000.000 untuk meringankan beban korban pasca bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gubernur Yulius dalam kesempatan itu menyerahkan bantuan secara simbolis, didampingi Wakil Gubernur Dr Victor Mailangkay SH MH dan unsur Pimpinan DPRD Sulut.
Terkait itu, tersampaikan kalau bantuan dari Pemprov Sulut merupakan, Bantuan Keuangan untuk Penanggulangan Pasca Bencana di Provinsi NTT
Dikatakan gubernur, apa yang dilakukan Sulut bukan hanya kewajiban administratif antar-daerah, melainkan wujud nyata dari jiwa gotong royong dan ikatan batin sesama anak bangsa.
“Ini adalah bentuk empati dan tanggung jawab kemanusiaan kita. Semoga bantuan ini dapat memeluk saudara-saudara kita di NTT yang sedang tertimpa musibah, meringankan beban mereka, dan menjadi penawar di tengah asa yang sedang diuji untuk bangkit kembali,”ungkapnya. (DevyKumaat)













Komentar