Manado, MS
Anggota Komisi IV DPRD Manado Yasir Tarukbua menggelar amanat Undang-undang (UU) berupa reses menjaring aspirasi warga di Kelurahan Kima Atas, Kecamatan Mapanget, Jumat (7/8/26).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, aspirasi-aspirasi yang dianggap penting dapat disampaikan dalam masa reses ketiga 2026 ini.
Sejumlah persoalan dikeluhkan warga seperti air bersih, bantuan sosial, pengolahan air bersih, penyaluran Bansos, IPAL dan lainnya ikut terangkat oleh warga.
“Untuk itu, kita memberi waktu warga menyampaikan aspirasi dan akan dijawab bersama instansi yang hadir,” kata Politisi Perindo ini.
Dialog terbuka itu pun, penuh antusias dijangkau warga yang tanggapan mengalir dari mereka.
Saat penyampaian soal air bersih, ikut disinggung atas dugaan adanya pencemaran sungai yang berasal dari limbah kandang hewan jenis babi dan pabrik tempe yang dibuang ke aliran sungai.
Menyoal itu, Yasir meminta pihak Puskesmas Pembantu Lima untuk memberi pendapat mereka.
Dan, dikata pihak Puskesmas bahwa informasi ini akan ditindaklanjuti. Melalui pengecekan langsung terhadap tempat pengolahan makanan di pabrik tempe, termasuk memastikan legalitas serta kelayakan operasionalnya pula.
“Tempat pengolahan makanan di pabrik tempe akan kami cek langsung. Kami dari Puskesmas akan memeriksa seluruh persyaratan dan surat-surat kelayakannya,” ujar perwakilan puskesmas itu.
Tersampaikan juga berbarengan mengenai kondisi bangunan Puskesmas Pembantu yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perhatian pemerintah.
Kemudian, seputar air bersih ikut disampaikan warga bernama Yuliana.
Dirinya mengemukakan secara langsung soal air bersih yang diduga mereka terdapat pencemaran.
Sembari mengharapkan adanya pelayanan air bersih dari PT Air Manado.
Pasalnya, persoalan akan air itu telah terbengkalai lama, apa lagi di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
“Saat ini masyarakat benar-benar berharap pengadaan air bersih dari PT Air Manado dan dapat segera terealisasi. Semoga di reses ini, Pak Dewan bisa memperjuangkan aspirasi kami.
Masyarakat sendiri akan kondisi ini membuat masyarakat sangat menderita,” ujarnya.
Sejumlah warga juga menyinggung adanya dugaan penerima bantuan yang dinilai sudah tergolong mampu, sehingga meminta pemerintah melakukan pembaruan dan verifikasi data secara berkala agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Menutup kegiatan reses, Yasir Taruk Bua menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Manado.
“Kami akan mengawal seluruh penyampaian warga yang masuk ini, agar kebijakan pemerintah benar-benar berpihak lagi ke masyarakat,” ungkapnya.
Tampak hadir Camat Mapanget Deicy Kalalo serta sejumlah perwakilan dinas dari Pemkot Manado. (DevyKumaat)













Komentar