Tomohon, MS
Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, S.H., bersama Ketua TP-PKK Daerah Kota Tomohon, drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng, menghadiri acara syukuran pernikahan adat Batak antara Waraney Roeroe, S.T., M.Eng. dan Monika Manurung yang berlangsung di Auditorium Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Acara ini dihadiri oleh keluarga besar kedua mempelai, pejabat daerah, serta tamu undangan dari berbagai latar belakang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Wali Kota Tomohon menyampaikan ucapan selamat dan pesan moral kepada kedua mempelai agar dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh kebahagiaan dan saling pengertian. “Puji dan syukur kita panjatkan karena hari ini kita diberi kesempatan oleh Tuhan untuk hadir dalam syukuran pernikahan Waraney dan Monika, yang sebelumnya telah melangsungkan pernikahan di Tokyo pada bulan Desember 2025. Hari ini kita bersama-sama menghadiri pesta syukuran adat Batak,” ujarnya.
Wali Kota menyoroti keunikan pernikahan Waraney dan Monika yang menyatukan dua budaya berbeda, yakni Batak dan Manado. “Pernikahan ini adalah momen istimewa karena mereka dipersatukan melalui nikah kudus dengan latar belakang budaya yang berbeda. Tentunya, kehidupan baru ini akan diwarnai tantangan, terutama dalam beradaptasi dengan budaya yang berbeda,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan adat Batak yang disaksikan bersama menjadi pengalaman berharga sekaligus contoh bagaimana keberagaman budaya dapat dipersatukan dalam sebuah keluarga. “Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, pasti akan ada masalah. Sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus, kita diajarkan untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam segala situasi. Nasihat manusia terkadang bisa keliru, tetapi mengandalkan Tuhan adalah hal yang benar,” pesan Wali Kota.
Atas nama keluarga besar Senduk-Karundeng dan Pemerintah Kota Tomohon, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai serta keluarga besar dari kedua belah pihak. “Kami mengucapkan selamat kepada Waraney dan Monika, serta kepada orang tua mereka, Bapak Ridisom dan Bapak Andris beserta Ibu, yang telah membesarkan dan mengantarkan mereka hingga ke tahap kehidupan baru ini,” ucapnya.
Selain itu, Wali Kota mengingatkan kedua mempelai untuk tetap menghormati orang tua, meskipun nantinya mereka akan menjalani kehidupan di perantauan, termasuk di kota besar seperti Tokyo. “Ingatlah selalu orang tua, dan mari kita doakan agar kehidupan keluarga Waraney dan Monika diberkati oleh Tuhan,” tutupnya.
Syukuran pernikahan ini juga dihadiri oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, S.H., M.H., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Walikota Manado, Andrei Angouw, beserta Ketua TP-PKK Daerah Kota Manado, Irene Golda Pinontoan, dan Ketua DPRD Kota Tomohon, Drs. Jhonny Runtuwene, D.E.A., serta para undangan lainnya.
Keluarga mempelai pria berasal dari keluarga Roeroe-Wariki, sedangkan keluarga mempelai wanita berasal dari keluarga Manurung-Tangapo Boru Simiamora dan keluarga Sianturi-Manurung.
Acara berlangsung penuh kehangatan dan kebahagiaan sebagai awal dari perjalanan kehidupan baru kedua mempelai dalam pernikahan adat Batak dan budaya Manado. (RommyKaunang/*)













Komentar