Panas! AS Larang Impor Robot Humanoid, China Geram

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:36 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Otoritas China mengkritik keras langkah Amerika Serikat (AS) melarang impor robot humanoid dan robot berkaki empat yang diproduksi di luar negeri. Beijing menuduh Washington berupaya “menindas” perusahaan-perusahaan China dengan langkah semacam itu.

Sebagian besar robot humanoid yang dijual di AS merupakan barang impor, terutama dari China, di mana perusahaan-perusahaan lokal melesat maju dalam sektor yang sedang berkembang pesat ini.

Kementerian Luar Negeri China, seperti dilansir AFP, Rabu (29/7/2026), menyatakan “menentang keras” langkah yang diumumkan Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS pada Selasa (28/7) untuk memasukkan “perangkat robotik canggih” ke dalam daftar barang yang dilarang dengan alasan keamanan nasional.

“China selalu menentang keras tindakan AS yang memperluas konsep keamanan nasional secara berlebihan untuk menindas perusahaan-perusahaan China,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers terbaru.

Mao menegaskan bahwa Beijing akan mengambil “langkah-langkah yang diperlukan” untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaan-perusahaan China.

“Proteksionisme tidak dapat meningkatkan daya saing AS. Hal itu justru akan merugikan kepentingan perusahaan dan konsumen Amerika,” ucap Mao memperingatkan AS.

Robot dengan berbagai bentuk dan ukuran dapat ditemukan di mana-mana di China, mulai dari hotel hingga pusat perbelanjaan dan pabrik.

Jenis drone tertentu, juga perusahaan-perusahaan China seperti Huawei dan China Telecom, sebelumnya sudah masuk dalam daftar FCC. Kini, daftar tersebut mencakup “mobile robot” yang bisa meniru cara manusia dan hewan berjalan dengan berdiri menggunakan dua atau empat kaki.

Baca Juga :  Kunjungan Resmi Belanda ke Tomohon, Kota Kecil Tapi Potensi Besar

Keputusan FCC itu didasarkan pada temuan satuan tugas yang dibentuk oleh Gedung Putih, yang menyimpulkan bahwa robot buatan luar negeri dapat menimbulkan “risiko keamanan siber yang mengancam keamanan infrastruktur vital” dan “keselamatan dan keamanan” penduduk AS.

Sebagian besar robot humanoid di AS digunakan untuk keperluan industri di ruang terbatas, seperti di pabrik otomotif atau gudang penyimpanan.

Sumber : detik.com

Follow WhatsApp Channel www.mediasulut.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Spektakuler Gelar Diplomatic Tour TIFF 2026, Wali Kota Tomohon Caroll Perkuat Kerja Sama dan Dukungan Internasional
Teman Pemimpin Sedunia Apresiasi Iven TIFF 2026,  Ketum Ati: Bukti Daerah Bisa Membawa Indonesia ke Kancah Dunia
Tomohon International Flower Festival 2026, Spektakuler 
Kawanua Sedunia Indonesia Pulang Kampung Berbagi Kasih untuk Lansia di Panti Lansia Lydia Tomohon
Tomohon dan Selandia Baru Jalin Kerjasama Energi dan Sister City
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, KBRI Tokyo Pastikan Seluruh WNI Aman
Kunjungan Resmi Belanda ke Tomohon, Kota Kecil Tapi Potensi Besar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:50 WITA

Spektakuler Gelar Diplomatic Tour TIFF 2026, Wali Kota Tomohon Caroll Perkuat Kerja Sama dan Dukungan Internasional

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:17 WITA

Teman Pemimpin Sedunia Apresiasi Iven TIFF 2026,  Ketum Ati: Bukti Daerah Bisa Membawa Indonesia ke Kancah Dunia

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:40 WITA

Tomohon International Flower Festival 2026, Spektakuler 

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:02 WITA

Kawanua Sedunia Indonesia Pulang Kampung Berbagi Kasih untuk Lansia di Panti Lansia Lydia Tomohon

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:53 WITA

Tomohon dan Selandia Baru Jalin Kerjasama Energi dan Sister City

Berita Terbaru