Tampak saluran air bersih dari tempat berangkat dan berlangsung hingga malam hari.
Manado, MS
Sebanyak 18.200 liter air bersih akibat dampak musim panas berkepanjangan seperti di Pulau Manado Tua sudah disalurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) yang menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Manado.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Air bersih tersebut, disokong distribusinya oleh PDAM Wanua Wenang Manado pula.
Itu pula bagian instruksi Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE dan disokong pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk distribusi air bersih ke Manado Tua, Senin (31/26).
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Tahlis Gallang SIP MM dalam tindaklanjut instruksi itu, menuturkan, kalau langkah ke koordinasi dengan Pemkot Manado direspon baik.
“Langkah cepat ini merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Yulius Selvanus agar pemerintah segera merespons kebutuhan dasar masyarakat dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan,” katanya.
Proses distribusi itu sendiri, didukung kapal milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yakni KM Matthew 3 dan KP Hiu.
Senada disampaikan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulut Jemmy Ringkuangan, mengatakan Pak Gubernur dalam instruksinya adalah jelas buat kebutuhan terpenuhi segera.
Dan, Sekprov juga mengarahkan agar koordinasi lintas sektor dilakukan secara cepat dan konkret.
“Hari ini kita tindak lanjuti bersama Pemkot Manado, PDAM dan KKP melalui distribusi 18.200 liter air bersih ke Manado Tua,” ujarnya.
Menurutnya, dua kapal milik KKP itu penting, sesuai koordinasi dilakukan sehingga mobilisasi berjalan lancar.
Ia menambahkan, pemerintah tidak ingin persoalan geografis menjadi hambatan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan dasar.
Terkait itu, Pemprov Sulut bersama Pemkot Manado akan terus melakukan pemantauan kebutuhan masyarakat serta mendorong solusi yang lebih berkelanjutan untuk menjamin ketersediaan air bersih di wilayah kepulauan.
Jemmy menekankan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata pola pemerintahan yang responsif, terkoordinasi, dan fokus pada solusi bersama.
“Fokus utama kami bukan pada batasan wewenang antar instansi, melainkan bagaimana negara hadir menyelesaikan masalah warga. Pemprov Sulut, Pemkot Manado dan KKP berjalan seirama demi menjamin masyarakat memperoleh pelayanan dasar yang layak,” ungkapnya. (DevyKumaat)













Komentar