TOMOHON,MS
Kementerian Ekonomi Kreatif RI tengah mempersiapkan langkah strategis untuk membangun industri kreatif di Kota Tomohon. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, saat menerima kunjungan audiens dari Walikota Tomohon beserta timnya pada Selasa, 14 Juli 2026, di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Autograph Tower, Gedung Thamrin Nine, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, Wamen Irene Umar menyampaikan bahwa Tomohon International Flower Festival (TIFF) seharusnya menjadi Event Ekonomi Kreatif yang mampu melibatkan berbagai sub sektor ekonomi kreatif, seperti kerajinan bunga, kuliner, seni rupa, dan produk hortikultura. Ia menegaskan bahwa festival ini memiliki potensi besar untuk mengangkat branding Tomohon sebagai Kota Bunga sekaligus memperkuat industri kreatif lokal.
“TIFF harus dikembangkan tidak hanya sebagai ajang pameran bunga, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun ekosistem industri kreatif yang berkelanjutan di Tomohon. Ini akan memperkokoh citra Tomohon sebagai kota bunga sekaligus pusat inovasi dan kreativitas,” ujar Wamen Irene.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Irene menyampaikan beberapa ide dan arahan untuk pengembangan industri kreatif di Tomohon, termasuk penguatan branding kota sebagai Kota Bunga melalui inovasi produk, pelatihan SDM, serta kolaborasi dengan pihak swasta dan pemerintah daerah.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Panitia TIFF Levita Supit yang melaporkan perkembangan persiapan TIFF 2026, serta Ketua Dekranasda Jean d’arc Karundeng. Selain itu, hadir pula Sigit Setiawan dari Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara, Kadispar Judhistira Siwu, dan Direktur PT. Metland Wahyu Sulistio yang memaparkan rencana penyelenggaraan Tomohon Jazz Festival yang akan digelar pada 23-24 Oktober 2026 sebagai bagian dari program pengembangan destinasi wisata dan ekonomi kreatif.
Turut mendampingi Wamen Irene dalam diskusi tersebut, Sekretaris Utama Kementerian Dessy Ruhati menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan industri kreatif di Tomohon. Ia menegaskan bahwa kementerian akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor dan menyediakan berbagai program pembinaan, pelatihan, serta pendanaan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
“Dukungannya akan difokuskan pada pembangunan ekosistem yang mampu memberdayakan pelaku usaha kreatif lokal agar dapat bersaing secara nasional dan internasional,” jelas Dessy Ruhati.
Walikota Tomohon dan tim berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pengembangan industri kreatif dan meningkatkan daya saing ekonomi kota yang dikenal sebagai Kota Bunga ini. Mereka optimis, dengan dukungan pemerintah pusat, Tomohon akan semakin maju sebagai kota yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan di bidang ekonomi kreatif. (RommyKaunang/*)













Komentar