TOMOHON,MS
Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., secara resmi membuka kegiatan Dialog dan Kunjungan Lapangan bersama Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Ekonomi Digital, dan Teknologi, Tiar Nabilla Karbala, S.Mn., M.Sc. Di Michi no Eki Pakewa Tomohon, Selasa (14/7/2026). Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Tiar Nabilla yang telah berkenan hadir dan berdialog langsung dengan para pelaku ekonomi di Kota Tomohon. Ia menyebut kunjungan ini sebagai kehormatan dan peluang strategis untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan pembangunan ekonomi daerah.
“Tomohon memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, ekonomi kreatif, dan UMKM. Kami berkomitmen mewujudkan visi ‘Tomohon Maju, Berdaya Saing, dan Sejahtera’ melalui berbagai kebijakan dan program yang mendukung pengembangan ekonomi lokal,” ujar Wakil Wali Kota.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tomohon telah membentuk 44 Koperasi Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh kelurahan sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Koperasi tersebut diharapkan menjadi mitra strategis dalam memberikan akses pembiayaan dan pemasaran produk UMKM, petani, dan pelaku florikultura.
Wakil Wali Kota juga menegaskan bahwa kegiatan dialog ini sebagai wadah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas ekonomi kreatif, dan seluruh ekosistem ekonomi lokal. Ia menyampaikan apresiasi kepada BPC HIPMI Kota Tomohon yang telah menginisiasi forum strategis ini.
Pada kesempatan yang sama, Tiar Nabilla Karbala menyampaikan apresiasi terhadap semangat para pelaku UMKM di Kota Tomohon. Ia menilai potensi daerah ini sangat menjanjikan dan mampu bersaing secara nasional dan internasional jika ekosistemnya diperkuat melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi.
Tiar Nabilla mengemukakan tiga poin utama:
1. Penguatan ekosistem UMKM melalui kolaborasi sektor, menghubungkan pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan pariwisata.
2. Orientasi pasar untuk memastikan produk sesuai tren dan kebutuhan pasar, termasuk peluang ekspor produk hortikultura, olahan pangan, kopi, dan gula aren dari Tomohon.
3. Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha, serta mengatasi tantangan pembangunan seperti kemiskinan dan pengangguran.
Ia menambahkan bahwa digitalisasi usaha harus dilakukan secara tepat guna dan berkelanjutan agar UMKM dan pelaku ekonomi di Tomohon mampu bersaing di pasar global.
Dalam kegiatan tersebut hadir juga sejumlah pejabat penting seperti Asisten Staf Khusus Presiden RI, Yopy Agung Prabowo, Wakil Ketua DPRD Tomohon Jefri Polii, perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, serta pengusaha dan pelaku UMKM setempat.
Wakil Wali Kota berharap, melalui kunjungan ini, Tomohon dapat berkembang menjadi pusat ekonomi berbasis inovasi dan teknologi, sekaligus memperkuat posisi sebagai daerah yang maju, inovatif, dan berdaya saing internasional.
“Ini adalah peluang besar untuk memperkenalkan potensi lokal dan membuka akses pasar lebih luas, sekaligus mendorong kemajuan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.(RommyKaunang/*)













Komentar