Tondano, MS
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa terus menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan pro-rakyat. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si, MAP, dalam Rapat Paripurna DPRD terkait Pembicaraan Tingkat I Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (14/9/2026).

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Didampingi Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, serta jajaran Forkopimda, Bupati Robby memaparkan arah strategis kebijakan keuangan daerah.
Anggaran untuk Kesejahteraan Nyata
Bupati menegaskan bahwa perubahan APBD tidak boleh dipandang sebatas penyesuaian angka administratif, melainkan harus mampu merespons kebutuhan masyarakat dan dinamika pembangunan secara riil.

“Setiap rupiah yang dianggarkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan sampai perubahan anggaran hanya menghasilkan perubahan administrasi, tetapi harus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat,” tegas Bupati Robby.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemkab Minahasa akan memfokuskan anggaran pada sektor-sektor krusial, antara lain:
- Peningkatan pelayanan dasar dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
- Pembangunan infrastruktur daerah.
- Penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan.
- Pengendalian inflasi dan program perlindungan sosial.
Postur Anggaran yang Sehat dan Realistis
Dalam rancangan perubahan ini, struktur APBD Kabupaten Minahasa disusun secara realistis dengan mengedepankan efisiensi. Total APBD 2026 pasca-perubahan diproyeksikan mengalami peningkatan yang diarahkan sepenuhnya untuk menjawab kebutuhan pembangunan.
Berikut adalah ringkasan postur Perubahan APBD Minahasa 2026:
- Total APBD Setelah Perubahan: Rp1.207.608.585.809,27 (Meningkat sebesar Rp44,7 Miliar).
- Pendapatan Asli Daerah (PAD): Menunjukkan tren positif, naik Rp1,68 Miliar menjadi Rp133.508.538.485,55.
- Belanja Daerah: Meningkat menjadi Rp1.195.734.409.265,27, dengan fokus penguatan pada belanja operasi dan belanja modal.
- Pembiayaan: Defisit ditutup secara terukur menggunakan penerimaan pembiayaan dari SiLPA sebesar Rp150.917.110.704,12.

Kolaborasi Mewujudkan Visi Minahasa
Menutup pemaparannya, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Pemkab, DPRD, pemerintah desa/kelurahan, hingga elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi. Sinergi ini merupakan modal utama dalam mewujudkan visi Minahasa sebagai “Daerah Pariwisata yang Maju dan Sejahtera.”

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun bersama legislatif dan mengucapkan selamat atas dua tahun pengabdian pimpinan beserta seluruh anggota DPRD Kabupaten Minahasa periode 2024–2029.(jackson/adve)













Komentar